Hidup penuh dengan resiko demikian pula suatu profesi pasti memiliki tantangan dan resiko. Resiko yang dihadapi berat ataupun ringan tergantung dari profesi dan cara individu yang menjalankannya. Misalnya profesi sebagai pengangkut sampah, kelihatannya sangat mudah, tapi itu pendapat individu yang mandiri dan positive thinking, pendapatnya akan lain lagi bagi si pemalas, dia akan melihatnya sebagai suatu pekerjaan yang sangat berat. Atau pekerjaan sebagai seorang artis kelihatannya sangat mudah dan dan tanpa resiko, namun apakah demikian? Semuanya tergantung dari individu yang menjalankannya.
Dalam menjalankan tugas profesi masing-masing, membutuhkan ketrampilan/skill untuk membantu pencapaian tujuan yang diinginkan.
Hal tersebut berlaku pula bagi seorang trader, dalam melakukan profesinya sebagai trader yang handal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan trading forex, diantaranya:
1. Buatlah rencana yang matang
Dalam melakukan trading forex, trader hendaknya membatasi resiko dengan menempatkan stop loss, dan membatasi volume transaksi yang berkaitan dengan jumlah lot. Besaran lot dan level stop loss tergantung pada seberapa besar modal dan seberapa besar resiko yang siap ditanggung. Trader hendaknya memeriksa kembali apakah telah melakukan transaksi di currency pair yang benar? Karena kadang terjadi trader ingin membuka posisi pada pair USD/EUR namun ternyata ia mengklik di USD/JPY, ini adalah human error yang dapat dihindarkan bila trader lebih teliti dalam membuka posisi.
2. Lakukan trading sesuai rencana
Rencana trading berkaitan dengan money management (penggunaan modal per transaksi), risk management (pembatasan resiko) dan strategi trading
Jika sistem trading belum memberikan peluang untuk membuka posisi, jangan memaksakan harus membuka posisi. Jangan pula memperbesar batasan
resiko.
3. Beristirahatlah bila kondisi kurang mendukung.
Terkadang ada waktunya trader tak bisa mengikuti pergerakan pasar dan kerugian beruntun pun terjadi. Pada saat seperti itu seringkali trader menjadi sangat emosional dan kondisi psikologi. Kondisi ini dapat menyababkan dua hal dalam diri trader yaitu : menjadi takut untuk melakukan transaksi lagi, atau justru menjadi semakin kalap dan melakukan transaksi yang tidak sejalan dengan rencana trading. Bila merasakan setidaknya satu dari dua perasaan di atas maka hendaknya berhenti dahulu untuk beberapa waktu. Istirahatlah lakukan hal lain, sampai emosi menjadi stabil. Gunakan
waktu tersebut untuk mengevaluasi hasil trading, merevisi strateginya atau berusaha menemukan strategi yang lebih baik.
4. Tarik profit yag diperoleh
Bila sudah memperoleh profit, tariklah keuntungan dari akun trading secara berkala..Tariklah keuntungan tersebut jika balance telah bertambah, nikmati hasil yang diperoleh dari trading tersebut.